REPOSITORI BADAN LITBANG KESEHATAN RI

Penelitian Aktivitas Biologik Infusum Benalu Teh (Scurulla atropurpurea) (BL) Danser terhadap Aktivitas Sistem Imun pada Mencit

Hargono, Djoko (1998) Penelitian Aktivitas Biologik Infusum Benalu Teh (Scurulla atropurpurea) (BL) Danser terhadap Aktivitas Sistem Imun pada Mencit. Warta Litbang Kesehatan.

Full text not available from this repository.

Abstract

Pada saat ini pengembangan obat anti tumor atau anti kanker yang berasal dari tanaman banyak digalakkan, mengingat bahan obat asal tanaman tersebut banyak terdapat di Indonesia. Salah satu bahan obat asal tanaman tersebut adalah Scurrulla atropurea (BL) Danser yang biasanya dikenal denan nama benalu teh. Benalu teh Scurrulla atropurea (BL) Banser adalah tumbuhan yang hidupnya menumpang pada tumbuhan teh dan menghisap makanan dari tumbuhan inang untuk kelangsungan hidupnya. Tanaman ini digunakan poleh sebagian masyarakat yang tinggal di daerah-daerah di Indonesia sebagai obat anti tumor atau anti kanker. Daun dan batang tanaman ini mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, glikosida, triterpen, saponin dan tanin. Di Eropa dan Amerika ada jenis benalu yang dipakai untuk mengobati tumor atau kanker yaitu, ada beberapa tanaman misalnya Viscum album L yang dalam percobaan bersifat imunostimulator melalui pengaktifan sel granulosit dan makrofag, yang memberi sifat anti tumor. Telah dilakukan penelitian "Penelitian aktivitas biologik infusum benalu teh Scurrulla atropurea (BL) Banser terhadap aktivitas imun pada mencit" . Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi dengan 10 pengulangan. Hewan yang digunakan didalam penelitian ini mencit jantan galur C3H dengan berat badan 20-30 gram. Bahan yang diteliti dalam bentuk infusum dengan dosis pemberian 15 mg, 75 mg, 150 mg, dan 1500 mg/100 gram berat badan. Sebagai pembanding digunakan akuades. Perlakuan diberikan secara oral, satu kali sehari selama tujuh hari berturut-turut, setelah diimunisasi dengan sel darah merah domba. Pengamatan meliputi berat badan, pengukuran konsentrasi IgG dan berat limpa. Selain itu dilakukan penentuan LD50 menggunakan hewan tikus putih, dengan cara Thompson-Weil. Dari hasil penelitian didapatkan pemberian infusum benalu teh pada semua dosis tidak berpengaruh terhadap bobot badan (P>0,01). Pengaruh terhadap konsentrasi IgG tidak menunjukan perbedaan nyata (P>0,01), tetapi pada pengamatan konsentrasi IgG setiap minggu, terlihat pola perkembangan yang meningkat pada dosis 150 mg/100 gram berat badan, dengan peningkatan konsentrasi 97,0 mg/dl. Sedang pengaruh terhadap berat relatif limpa tidak menunjukan perbedaan nyata (P>0,01). Perhitungan LD50 didapatkan nilai LD50 semu yaitu > 5 gram/kg berat badan, bahan tersebut digolongkan tidak beracun.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: tanaman obat; benalu teh; obat anti tumor; Warta Litbang Kesehatan; FAR-BPPK
Subjects: QS-QZ Preclinical sciences (NLM Classification) > QV Pharmacology > QV 701-835 Pharmacy and Pharmaceutics
Divisions: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Depositing User: Administrator Eprints
Date Deposited: 02 Oct 2017 05:29
Last Modified: 24 Nov 2017 09:38
URI: http://repository.bkpk.kemkes.go.id/id/eprint/983

Actions (login required)

View Item View Item