REPOSITORI BADAN LITBANG KESEHATAN RI

Polimorfisme Human Leucocyte Antigen Penderita Malaria Dengan Gejala Klinis Berbeda Di Daerah Endemis Malaria Di Kalimantan (Tahap 1)

Handayani, Sarwo (2010) Polimorfisme Human Leucocyte Antigen Penderita Malaria Dengan Gejala Klinis Berbeda Di Daerah Endemis Malaria Di Kalimantan (Tahap 1). Project Report. Pusat Biomedis Teknologi Dasar Kesehatan.

[img]
Preview
Text
65a BMF - Polimorfisme Human Leucocyte Antigen Penderita Ma.pdf

Download (10MB) | Preview

Abstract

Tipe Human Leucocyte Antigen (HLA) merupakan faktor genetik manusia yang dapat mempengaruhi tingkat kesakitan malaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keragaman HLA penderita malaria dengan gejala klinis yang berbeda di daerah endemis malaria di Kalimantan. Tujuan pada tahun pertama adalah pengumpulan sampel malaria dengan gejala klinis malaria yang berbeda, mengidentifikasi karakteristik penderita malaria, konfirmasi pemeriksaan parasit secara molekuler dan melakukan optimasi teknik pemeriksaan HLA. Sampel malaria dikumpulkan dari pasien malaria yang berobat ke RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya pada bulan Juni-Desember 2010 dan dari kegiatan Mass Blood Survey (MBS) di Kabupaten Katingan dan Kapuas. Hasil penelitian menunjukkan 8.0% dari 87 pasien malaria di RS adalah malaria berat berdasarkan data rekam medik. Dari kegiatan MBS ditemukan 16 penderita malaria dari 843 penduduk yang diperiksa. Sebagian besar penderita malaria adalah laki-laki dan kisaran umur penderita malaria adalah 8 bulan-70 tahun. Gejala klinis yang banyak dijumpai adalah demam, mual, menggigil dan muntah dan sebanyak 43% penderita malaria dari MBS menyatakan tidak merasakan gejala malaria. Hasil pemeriksaan mikroskopis dan molekuler menunjukkan bahwa Plasmodium falciparum (>60%) lebih dominan daripada P vivax. Mutasi gen Y976F Pvmdr1 yang berkaitan dengan resistensi P vivax terhadap klorokuin pada sampel Papua ditemukan sebanyak 34%. Optimasi pemeriksaan HLA dengan kit oneLambda pada 40 sampel mendapatkan 97.5% belum menunjukkan hasil yang positif pada lokus HLA-B. Alel homozigot ditemukan sebanyak 20% pada lokus HLA-DQA1 (DQA1*01:02), 7.5% pada lokus HLA-DQB1 (HLA-DQB1*02:02, HLA-DQB1*05:02 dan HLA-DQB1*06:01) dan 2.5% pada HLA-DRB1(HLA-DRB1*15:01). Alel yang dominan adalah HLA-DQA1*01 (52.5%), HLA-DQB1*03 (23.75%) dan HLA-DRB1*15 (43.75%). Poliformisme HLA belum dapat disimpulkan karena sampel yang diperiksa terbatas dan masih dalam tahap optimasi. Pemeriksaan lanjutan disarankan menggunakan Kit HLA/metode yang lebih simpel dan spesifik untuk orang Asia sehingga alel HLA dapat terdeteksi. Penambahan jumlah sampel untuk tahap selanjutnya diperlukan untuk memperoleh data keragaman HLA yang lebih lengkap.

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: Polimorfisme Human Leucocyte; Antigen Malaria; Endemis Malaria
Subjects: W Medicine and related subjects (NLM Classification) > WC Communicable Diseases > WC 680-950 Tropical and Parasitic Diseases
Divisions: Pusat Biomedis Teknologi Dasar Kesehatan
Depositing User: Administrator Eprints
Date Deposited: 02 Oct 2017 05:28
Last Modified: 15 Feb 2018 08:24
URI: http://repository.bkpk.kemkes.go.id/id/eprint/672

Actions (login required)

View Item View Item