REPOSITORI BADAN LITBANG KESEHATAN RI

Studi Filariasis Limfatik Pasca Pengobatan Massal Di Kabupaten Pekalongan

Isnani S, Tri and Marbawati S, Dewi and Ismanto, Hari (2009) Studi Filariasis Limfatik Pasca Pengobatan Massal Di Kabupaten Pekalongan. Project Report. Balai Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersuber Binatang (P2B2) Banjarnegara.

Full text not available from this repository.

Abstract

Filariasis (penyakit kaki gajah) adalah penyakit menular menahun yang dapat menimbulkan pembengkakan pada tangan, kaki, glandula mammae, dan scrotum yang akan menimbulkan cacat seumur hidup. Penyakit ini secara tidak langsung berdampak pada penurunan produktivitas kerja penderita, beban keluarga, menimbulkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit dan adanya beban psikologis. Sehubungan dengan selesainya pengobatan massal filariasis di Desa Jeruksari Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan dan belum pernah dilakukannya evaluasi kegiatan tersebut, maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui keadaan masyarakat pasca pengobatan massal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai endemisitas filariasis dan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat terhadap filariasis. Mengukur angka mikrofilaria (Mfrate) setelah pengobatan massal, mengukur angka kepadatan mikrofilaria dalam darah, menentukan angka kesakitan kronis filariasis, mengidentiflkasi pengetahuan masyarakat terhadap filariasis dan pengobatan massal, mengidentiftkasi sikap masyarakat terhadap filariasis dan pengobatan massal dan mengidentiflkasi perilaku masyarakat terhadap filariasis dan pengobatan massal. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam penelitian diantaranya pemilihan lokasi penelitian, analisis situasi lokasi penelitian, Survei Darah Jari (SDJ), Diskusi Kelompok Terarah atau "Focus Group Discussion" (FGD) dan wawancara mendalam (Indepht interview). Hasil penelitian diperoleh angka mikrofilaria (Mf rate) setelah pengobatan massal di desa Jeruksari adalah 0,18%. Angka kepadatan mikrofilaria dalam darah dari seorang responden yang diketahui positif pada kegiatan SDJ adalah 10/20 ml. Angka kesakitan kronis filariasis adalah 0,91%. Secara umum tingkat pengetahuan baik tenaga kesehatan maupun masyarakat sudah baik, hanya sedikit kurang pada beberapa responden tokoh masyarakat. Pada saat wawancara mendalam diketahui banyak yang tidak tahu tentang filariasis. Sikap masyarakat cukup baik, baik pada saat kegiatan Focus Group Discussion (diskusi kelompok terarah) maupun pada saat Indepht Interview (wawancara mendalam), disamping itu sikap positif ditunjukkan warga pada saat pelaksanaan kegiatan SDJ yang melebihi target pemeriksaan. Perilaku masyarakat terhadap filariasis cukup baik, hanya pada kegiatan FGD tokoh masyarakat karena ada yang tingkat pengetahuannya kurang, ada perilaku yang kurang mendukung program eliminasi filariasis.

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: Filariasis Limfatik; Pengobatan Massal; Mass Medication
Subjects: W Medicine and related subjects (NLM Classification) > WC Communicable Diseases > WC 680-950 Tropical and Parasitic Diseases
Divisions: Balai Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Banjarnegara
Depositing User: Administrator Eprints
Date Deposited: 02 Oct 2017 05:27
Last Modified: 02 Nov 2017 02:56
URI: http://repository.bkpk.kemkes.go.id/id/eprint/602

Actions (login required)

View Item View Item