REPOSITORI BADAN LITBANG KESEHATAN RI

DISTRIBUSI SPASIAL MALARIA DI KECAMATAN LENGKITI KABUPATEN OGAN KOMERING ULU PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2011

Ritawati and Betriyon and Yahya (2011) DISTRIBUSI SPASIAL MALARIA DI KECAMATAN LENGKITI KABUPATEN OGAN KOMERING ULU PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2011. Project Report. Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Baturaja.

Full text not available from this repository.

Abstract

Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia, termasuk Indonesia. Kecamatan Lengkiti sebagai salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ulu pada dua tahun terakhir (2009-2010) memiliki kasus malaria yang tertinggi dibandingkan dengan Kecamatan lainnya. yaitu sebesar 1450 kasus klinis dan 489 positif parasit malaria dan tahun 2010 sebanyak 1969 kasus klinis dan 253 kasus positif parasit malaria yang dikonfirmasi dengan pemeriksaan mikroskopis dan RDT. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan peta distribusi spasial kasus malaria dan faktor-faktor risiko tertular penyakit malaria, habitat perkembangbiakan vektor malaria, pola sebaran kasus malaria dan indeks jarak kasus dengan habitat vektor (jentik). Menggunakan metode ploting kasus malaria, habitat vektor malaria dan pencidukan jentik Anopheles. Hasil penelitian menggambarkan hahwa di Kecamatan Lengkiti pada tahun 2009 dan 2010 jenis Plasmodium vivax yang mendominasi yaitu sebesar 72% dan 76%. Secara spasial, Desa Tanjung Lengkayap (Tahun 2009) dan Desa Tihang (tahun 2010) merupakan Desa yang paling banyak ditemukan kasus positif malaria, Berdasarkan umur, pada tahun 2009 dan 2010 malaria banyak menyerang umur >15 tahun masing-masing (61% dan 77%) sedangkan berdasarkan jenis kelamin laki-laki(51%) yang lebih banyak ditemukan dibandingkan perempuan. Sedangkan berdasarkan pekerjaan, malaria banyak menyerang orang yang beraktifitas sebagai petani(58% dan 51%). Tempat-tempat yang diduga sebagai perindukan Anopheles yang ditemukan berupa genangan-genangan bekas pembuangan limbah rumah tangga, selokan kecil/parit yang tersumbat, sungai dan kolam. Keberadaan habitat perkembangbiakan vektor Anopheles tersebut kurang dari radius 100 m dari pennukiman. Disarankan perlu diupayakan program pemberdayaan masyarakat khususnya peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan lingkungan bebas malaria, menghilangkan breeding place dan peningkatan praktik pencegahan untuk mengurangi kontak dengan nyamuk Anopheles. Bagi masyarakat, melakukan pemberantasan sarang nyamuk yaitu pembersihan air tergenang, rawa-rawa, selokan/parit dan membersihkan vegetasi/semak-semak disekitar rumah yang merupak tempat perindukan nyamuk Anopheles spp. Menghindari gigitan nyamuk malaria dengan cara pemakaian kelambu pada waktu tidur dan menggunakan obat anti nyamuk waktu tidur. Menghindari kegiatan di luar rumah pada jam aktif nyamuk vektor malaria menggigit. Jiia harus keluar rumah untuk bekerja, sebaiknya selalu memakai pakaian pelindung seperti celana panjang dan lengan panjang yang dapat menutupi seluruh anggota badan.

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: Distribusi Spasial, malaria
Subjects: W Medicine and related subjects (NLM Classification) > WC Communicable Diseases > WC 680-950 Tropical and Parasitic Diseases
Divisions: Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Baturaja
Depositing User: Administrator Eprints
Date Deposited: 02 Oct 2017 05:31
Last Modified: 23 Oct 2017 08:16
URI: http://repository.bkpk.kemkes.go.id/id/eprint/2563

Actions (login required)

View Item View Item