REPOSITORI BADAN LITBANG KESEHATAN RI

Faktor Risiko Kejadian Pnemonia pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tanah Kali Kedinding Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya

Santoso, Priyo (2002) Faktor Risiko Kejadian Pnemonia pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tanah Kali Kedinding Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya. Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan dan Teknologi Kesehatan.

Full text not available from this repository.

Abstract

Pnemonia merupakan salah satu penyakit infeksi yang banyak menyerang bayi dan anak balita. Kejadian pnemonia pada masa balita berdampak jangka panjang yang akan muncul pada masa dewasa yaitu dengan penurunan fungsi ventilasi paru. Sampai sekarang pnemonia masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Kejadian pnemonia pada balita di Indonesia berkisar antara 10 % - 20 % pr tahun. Perkiraan angka kematian pnemonia secara nasional ialah 6 per 1.000 balita atau berkisar 150.000 balita per tahun. Kejadian pnemonia di Puskesmas Tanah Kali Kedinding Kecamatan Kenjeran pada tahun 2001 sebanyak 596 dengan proporsi 17,72 % dan merupakan proporsi kejadian pnemonia tertinggi dari seluruh Puskesmas yang ada di Kota Surabaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian pnemonia pada balita. Penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus kontrol (case control study), yang mempelajari perbandingan antara probabilitas kasus terpapar dengan kasus tidak terpapar kemudian dicari faktor risiko yang menyebabkan terjadinya penyakit tersebut. Sedangkan untuk mengetahui estimasi besarnya faktor resiko terhadap kejadian pnemonia ditentukan dengan nilai Odds Ratio (OR). Subyek penelitian adalah balita brumur 12-48 bulan yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Tanah Kali Kedinding Kecamtan Kenjeran Kota Surabaya selama bulan Maret sampai dengan Mei 2002. Besar sampel 134 terdiri dari 67 kasus dan 67 kontrol. Variabel bebas terdiri dari umur balita, jenis kelamin, status gizi, status imunisasi, pemberian kapsul vitamin A, pendidikan ibu, pengetahuan ibu, pendapatan keluarga, kepadatan rumah, ventilasi rumah dan pencemaran asap rokok. Variabel tergantung adalah kejadian pnemonia pada balita. Analisis data dilakukan secara deskriptif yang disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi, tabulasi silang dan prosentase. Analisis analitik dilakukan secara univariat dan multivariat dengan uji regresi logistik dengan tingkat signifikansi 95 % (p<0,05), untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas dengan vriabel tergantung serta untuk mengetahui estimasi besarnya risiko (Odds Ratio) dari faktor penyebab terhadap kejadian pnemonia pada balita. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa faktor risiko terjadinya pnemonia pada balita adalah status gizi buruk p = 0,000 dengan risiko terjadinya pnemonia pada balita dengan gizi buruk sebesar 33,693 kali lebih besar dibandingkan dengan gizi baik, status gizi kurang p = 0,000 dengan risiko terjadinya pnemonia pada balita dengan gizi kurang sebesar 20,752 kali lebih besar dibandingkan dengan gizi baik, balita yang tidak mendapat imunisasi campak p=0,001 dengan risiko terjadinya pnemonia pada balita yang tidak mendapatkan imunisasi campak sebesar 19,934 kali lebih besar dibandingkan dengan balita yang mendapatkan imunisasi campak dan ventilasi rumah yang buruk p= 0,000 dengan risiko terjadinya pnemonia pada balita yang tinggal di rumah dengan ventilasi buruk sebesar 9,067 kali lebih besar dibandingkan dengan balita yang tinggal di rumah dengan ventilasi baik.

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: Pneumonia; infectious disease; infant
Subjects: W Medicine and related subjects (NLM Classification) > WC Communicable Diseases > WC 195-425 Infection. Bacterial Infections
Divisions: Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan dan Teknologi Kesehatan
Depositing User: Administrator Eprints
Date Deposited: 02 Oct 2017 05:30
Last Modified: 10 Nov 2017 04:30
URI: http://repository.bkpk.kemkes.go.id/id/eprint/1794

Actions (login required)

View Item View Item