REPOSITORI BADAN LITBANG KESEHATAN RI

Penyimpangan Postif (Positive Deviance) Status Gizi Anak Balita dan Faktor-faktor yang Berpengaruh

Sandjaja, Sandjaja (2000) Penyimpangan Postif (Positive Deviance) Status Gizi Anak Balita dan Faktor-faktor yang Berpengaruh. Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi dan Makanan.

Full text not available from this repository.

Abstract

Salah satu akibat langsung dari penurunan daya beli masyarakat akan pangan adalah meningkatnya prevalensi kurang gizi terutama pada anak balita. Akan tetapi sebagian anak dalam keluarga tertentu dengan sosial ekonomi rendah mempunyai daya adaptasi yang tinggi sehingga mampu tumbuh dan kembang. Untuk itu dalam penelitian ini telah diteliti faktor determinan psikososial dan perilaku yang mempengaruhi penyimpangan positif tersebut. Penelitian dilakukan di Kabupaten Sukabumi (Jawa Barat) dan di Gunung Kidul (D.I. Yogyakarta). Di tiap kabupaten dipilih 5 kecamatan. Sebelum dipilih sampel, dilakukan penimbangan semua balita (2974 balita) di daerah terpilih. Dari penimbangan tersebut dipilih 450 balita yang terbagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok status gizi atas, tengah dan bawah yang didasarkan nilat z-score BB/U tertinggi, menengah dan terbawah. Hasil studi menunjukkan bahwa balita di daerah terpilih dengan gizi baik, kurang, buruk dan buruk sekali masing-masing 73.1%, 23.3%, 3.3%, clan 0.3%. Prevalensi gizi baik di Sukabumi sedikit lebih tinggi dibanding Gunungkidul, tetapi prevalensi gizi buruk sekali lebih tinggi di Sukabumi. Prevalensi gizi baik anak perempuan lebih besar dari anak laki-laki, tetapi prevalensi gizi buruk sekali lebih tinggi pada anak perempuan. Faktor-faktor positif deviance yang berperan nyata dalam status gizi anak antara lain adalah faktor ibu, pola asuh anak, keadaan kesehatan anak, dan konsumsi makanan anak. Faktor ibu yang berperan nyata terhadap resiko kurang gizi adalah berat badan yang lebih rendah, tinggi badan lebih rendah, clan index masa tubuh yang kurang, sedangkan yang tidak berperan nyata adalah hemoglobin. Faktor pola asuh yang berperan antara lain ibu tidak ikut dalam kegiatan organisasi, kegiatan organisasi jarang diikuti, paparan terhadap media massa surat kabar dan majalah, jumlah jam terpapar media massa. Sedangkan yang tidak berperan nyata dalam resiko kurang gizi adalah jumlah organisasi yang diikuti, paparan terhadap TV dan radio. Pengetahuan ibu tentang kesehatan dan gizi kurang berperan nyata dalam resiko gizi, kurang. Pengetahuan yang berperan nyata hanya pengetahuan tentang sumber vitamin dan mineral, sedangkan yang tidak berperan nyata adalah tentang manfaat oralit, larutan gula garam, pengetahuan tentang sanitasi lingkungan, pengetahuan gizi tentang sumber zat tenaga dan pembangun, pengetahuan komposit tentang kesehatan. Faktor anak yang berperan nyata terhadap resiko kurang gizi adalah riwayat berat badan lahir yang rendah, adanya penyakit infeksi yaitu batuk, pilek, penyakit kulit dan tanda-tanda klinis kurang gizi. Sedangkan yang tidak nyata adalah penyakit campak, suspect KP, bronchitis, penyakit mata, telinga dan lainnya. Kondisi kesehatan anak saat diperiksa lebih banyak yang sakit pada kelompok status gizi bawah. Resiko kurang gizi juga lebih tinggi secara nyata bila konsumsi semua zat gizi pada anak lebih rendah. Riwayat kelahiran juga berperan dalam resiko kurang gizi antara lain tempat lahir dan penolong persalinan. Sedangkan riwayat pemberian ASI pertama kali tidak berperan nyata dalam resiko kurang gizi.

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: daya beli masyarakat; kurang gizi; status gizi; balita; sosial ekonomi; Abstrak Penelitian Kesehatan
Subjects: W Medicine and related subjects (NLM Classification) > WS Pediatrics > WS 113-141 Child Care. Nutrition. Physical Examination
Divisions: Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi dan Makanan
Depositing User: Administrator Eprints
Date Deposited: 02 Oct 2017 05:29
Last Modified: 10 Nov 2017 06:26
URI: http://repository.bkpk.kemkes.go.id/id/eprint/1597

Actions (login required)

View Item View Item