REPOSITORI BADAN LITBANG KESEHATAN RI

Model Pengobatan Filariasis Malayi dengan Diethil Carbamazine Citrate (DEC) Dosis Bertahap di Kabupaten Tabalong Kalsel Tahun 2001

Anorital, Anorital (2001) Model Pengobatan Filariasis Malayi dengan Diethil Carbamazine Citrate (DEC) Dosis Bertahap di Kabupaten Tabalong Kalsel Tahun 2001. Project Report. Center for Research and Development of Disease Control, NIHRD.

Full text not available from this repository.

Abstract

Salah satu kebijakan Departemen Kesehatan R.I.dalam pemberantasan filariasis adalah pengobatan masal dengan pemberian Diethil Carbamazine Citrate (DEC) dosis rendah selama 10 bulan (40 minggu). Kebijakan ini dalam pelaksanaan di lapangan menghadapi berbagai kendala antara lain adanya drop out bagi mereka yang menerima pengobatan akibat lamanya waktu pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mencoba suatu model pengobatan filariasis yang menggunakan DEC dengan dosis bertahap selama 3 bulan pada wilayah yang bukan merupakan daerah program pemberantasan filariasis. Kabupaten Tabalong dipilih sebagai wilayah penelitian selain memenuhi persyaratan tersebut diatas, juga diperkirakan mempunyai angka prevalens filariasis yang tinggi dengan ditemukannya kasus elefantiasis pada beberapa penduduk di desa-desa Tabalong. Jenis penelitian adalah Randonmised Control Trial- Prospective Randomised Open Blinded and point Evaluation (RCT PROBE) adalah suatu uji coba cara pemberian obat filariasis pada kelompok perlakuan dengan dosis bertahap yang dibandingkan dengan kelompok pembanding dengan dosis rendah. Uji coba ini dilakukan guna mengetahui sampai seberapa jauh adanya penurunan jumlah mikrofilaria dalam darah subyek penelitian yang memperoleh pengobatan dengan dosis bertahap yang dibandingkan dengan subyek penelitian yang memperoleh pengobatan dengan dosis rendah. Dosis bertahap adalah pemberian tablet (DEC) kepada subyek penelitian dalam bulan pertama sebanyak 4 kali pemberian dalam dosis rendah (100 mg untuk orang dewasa dan 50 mg untuk anak-anak), bulan kedua sebanyak 8 kali pemberian dosis standar (6 mg/kg berat badan). Dosis rendah adalah pemberian tablet DEC kepada subyek penelitian dalam bulan pertama sebanyak 4 kali pemberian dalam dosis rendah, bulan kedua sebanyak 4 kali dalam dosis rendah, dan bulan ketiga sebanyak 8 kali pemberian dalam dosis rendah. Sebelum uji dilaksanakan, guna menemukan kasus filariasis, dilakukan survei mikrofilaria ppada penduduk di desa yang diduga endemis. Survei mikrofilaria dilaksanakan pada 905 penduduk yang diperiksa darah tepinya. Dari survei ini diperoleh 46 kasus mikrofilaremia (5,08%) yang akan menjadi subyek penelitian, dan selanjutnya secara acak (random) dilakukan pemilihan untuk membagi kasus atas dua kelompok yaitu kelompok perlakukan dengan dosis bertahap dan kelompok pembanding dengan dosis rendah. Dari pelaksanaan pengobatan selama 3 bulan, 4 subyek penelitian drop out oleh berbagai sebab sehingga hanya 42 subyek penelitian yang bisa dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna persentase penurunan mikrifilaria dalam darah antara kelompok perlakuan (dosis bertahap) dengan kelompok pembanding (dosis rendah) setelah pengobatan tiga bulan (p<0,05). Dari penelitian ini disarankan agar dalam pelaksanaan pengobatan masal hendaknya menggunakan metode dosis bertahap karena selain menghemat waktu menjadi 3 bulan, reaksi samping pengobatan tidak jauh berbeda dengan dosis rendah, dan minimal total dosis obat 2.494 mg tercapai dengan adanya penurunan mikrofilaria sampai dengan 99,78%.

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: Filariasis Malayi; Diethil Carbamazine Citrate (DEC); elefantiasis; Abstrak Penelitian Kesehatan
Subjects: W Medicine and related subjects (NLM Classification) > WC Communicable Diseases > WC 680-950 Tropical and Parasitic Diseases
Divisions: Center for Research and Development of Disease Control, NIHRD
Depositing User: Administrator Eprints
Date Deposited: 02 Oct 2017 05:29
Last Modified: 09 Nov 2017 02:57
URI: http://repository.bkpk.kemkes.go.id/id/eprint/1553

Actions (login required)

View Item View Item